Jadwal Perkuliahan Semester Genap 2019
1 Maret 2019
Ritual Haji 04
11 Maret 2019
Show all

Ritual Haji 03

HAJI DAN KOTA MAKKAH

oleh : Dr. H. Muhammad Ahyar, M.Si.

 

Ada cerita tentang orang yang tidak pernah merasa mampu ketika ditanya kapan mau naik haji? Jawaban atas pertanyaan tersebut lebih banyak dijawab dengan saya belum mampu atau tidak memiliki cukup uang. Tsntu saja jawaban ini tidak salah tetapi kurang tepat. Seharusnya jawaban yang diberikan mengandung unsur do’a seperti Insya Allah semoga Allah Swt memberikan rizki untuk menunaikan haji.

Ketidaktepatan jawaban atas pertanyaan itu juga terkesan seseorang secara psikologis enggan untuk berhaji padahal faktanya tidak sedikit dari mereka mampu secara materi tetapi karena enggan untuk mendaftar sehingga muncul jawaban tidak mampu atau tidak cukup uang.

Mengikat niat untuk berhaji dengan cara memdaftarkan diri melalui Bank-bank yang ditunjuk pemerintah merupakan jawaban sekaligus do’a untuk berhaji. Kekuatan niat dapat membukakan jalan untuk berhaji misalnya dengan cara menabung agar lebih barokah. Namun ada juga jalan lain seperti arisan haji atau menjual tanahnya. Dua cara terakhir tersebut menurut penulis kurang tepat dilakukan bila mereka memiliki anak-anak yang harus dibiayai pendidikannya. Silahkan mengambil jalan haji bedasarkan kondisi psikomaterial masing-masing.

Siapa sih ummat Islam yang tidak ingin berhaji. Kita berkhusnu dzon saja. Kita semua ingin menunaikan ibadah haji ke kota Makkah. Hakekat haji adalah berkunjung ke Baitullah Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah untuk melakukan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah dan melakukan amalan-analan yang dianjurkan Rasulullah Saw.

Haji hhkumnya wajib sekali seumur hidup bagi setiap Muslim baligh, berakal, merdeka dan mampu sebagaimana yang terkadung dalam QS Ali Imran 97. Juga haji adalah salah satu rukun Islam yang lima, sebagaimana tercantum dalam hadits Rasulullah Saw bahwa Islam didirikan atas lima perkara yakni (1). Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah (2). Mendirikan shalat (3). Mengeluarkan zakat (4). Puasa Ramadhan dan (5). Haji ke Baitullah.

Haji merupakan ibadah yang memiliki rahasia dan hikmah pada setiap episode kegiatan ritualnya antara lain haji sebagai media penghapus dosa. Hadits Rasulullah Saw menegaskan bahwa “barang siapa yang pergi haji dan dia tidak mengeluarkan kata-kata keji serta tidak melakukan perbuatan dosa, maka akan diampunkan dosa-dosanya seperti baru dilahirkan oleh ibunya (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Waktu melakukan haji dan amalan-amalan sunnahnya dimulai sejak awal bulan Syawwal sampai dengan sebelum terbit fajar pada malam tanggal 9 Zulhijjah.

Berhaji mengpa harus dilakukan di Makkah?

Makkah merupakan negeri yang istimewa dan tempat yang pertama kali diciptakan Tuhan. Saking istimewanya orang kafir pun akan diberukan kesenangan ketika mereka berada di dalamnya. Profesor Hussain Kamel dalam Ensiklopedia Pengetahuan Alqur’an dan Hadits disebutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi.

Pada mulanya Ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar dunia. Untuk tujuan itu, Ia menarik garis-garis pada peta dan sesudah itu Ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia menggambar garis-garis sejajar untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Dua tahun kemudian, Ia terbantu oleh program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar. Ia kagum atas apa yang ditemukan bahwa Makkah merulakan pusat bumi.

Juga ada istilah Ummul Qurra’ berarti induk bagi kota-kota lain dan kota-kota di sekelilingnya. Berarti Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain dan yang lain berada di sekelilingnya. Dalam budaya Islam kata ummu atau Ibu memiliki arti penting sebagai sumber dari keturunan. Oleh karena itu, Makkah merupakan sumber dari semua negeri lain.

Mekkah juga menjadi demikian istimewa sebagai tempat berhaji karena masjidil Haram di Makkah tempat Ka’bah berada ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi atau tujuh lapisan pembentuk bumi.

Terkait dengan itu, Rasulullah Saw bersabda “wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit.

Haji dan Makkah dengan demikian merupakan kesatuan yang tak terpisahkan. Orang tidak bisa disebut haji kalau tidak ke Makkah. Berhaji juga tidak bisa dilakukan sembarang waktu tetapi sudah ditentukan waktu dan tata caranya. Di luar waktu itu bukan dikatakan haji bagi siapa pun yang mengerjakan. Haji baru bisa dikatakan manusia haji bila sudah wukup di Arafah. Alhajju Arafah sabda Rasulullah Saw.

Wallahul Muwafiq Ila Darissalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarqatuh..Ada yang bisa kami bantu ?